Rabu, 10 Juni 2009

Tempat Makan di Balikpapan

BAKSO CINGKONG DARI KEPITING Ramaikan usaha kuliner di Balikpapan

BALIKPAPAN-Selama ini bakso identik terbuat dari gilingan daging sapi lembut. Tapi di tangan Ansori, pelaku usaha makanan ringan berbahan baku kepiting, semua berubah jadi lebih istimewa. Pasalnya, bakso bulat seperti bola pingpong ini mendapat sentuhan baru. “Namanya Bakso Cingkong jadi capit kepiting yang sudah dipisah dari kulitnya dan tinggal dagingnya saja dibalut dengan bakso. Penggemar kepiting yang juga menggemari bakso cocok menyantap hidangan ini,” ujar Ansori ditemui saat pembukaan warung bakso cingkong di kawasan simpang tiga Bandara Sepinggan, Sabtu (4/4) lalu.

Paduan dua cita rasa menarik antara kepiting dengan bakso yang populer sebelumnya membuat para penggemar jajanan kuliner khas di kota ini kian memperoleh varian makanan. Ansori terbilang pakar untuk menu yang terbuat dari olahan kepiting, bersama rekannya, Gunawan, muncullah varian baru dari menu berbahan baku kepiting. “Tujuannya agar konsumen tidak jenuh dengan menu khas kepiting buatan saya, jadi bakso cingkong ini salah satu varian baru produk saya,” beber pria yang sebelumnya sudah mengantongi kesuksesan dari produk makanan unggulannya berupa abon, dendeng dan stik yang juga terbuat dari kepiting.

Soal rasa, bakso cingkong komplit berisi bakso kepiting, daging sapi, daging ayam dan lainnya, tak perlu diragukan. Tak heran bila hari pertama kehadiran warung bakso cingkong pojok bandarannya ini langsung diserbu. Menjadi pelopor lahirnya bakso cingkong yang resmi meramaikan kuliner Balikpapan Ansori berharap varian baru menu kepitingnya ini bisa menembus pasar kuliner di kota besar seperti Jakarta dan kota besar di Pulau Jawa lainnya. “Kenapa tidak, jika selama ini makanan dari Jakarta dan lainnya menyerang pasar kuliner di Kalimantan dan Balikpapan khususnya kenapa kita yang di daerah tidak. Apalagi Balikpapan kaya akan kepiting bakaunya,” tegas Ansori ditemani rekan bisnisnya Gunawan. (dra)

Sumber: Post Metro Balikpapan


BAKSO SAPI ASLI - BALIKPAPAN

Bakso sapi “asli” ini bisa dibilang sebagai salah satu pemain lama bisnis makanan di Balikpapan.

Lokasinya, ada di jalan Jend. Sudirman, sederetan dengan Hotel Adika Bahtera, berseberangan dengan Plaza Balikpapan (BC).

Sesuai namanya, menu andalan yang dijual disini adalah bakso sapi. Bakso dan mi-nya sengaja dibuat sendiri untuk menjaga rasa dan ke-”asli”-annya.

Selain Bakso, mulai bulan mei 2007, mereka menawarkan menu-menu baru, yang berbahan dasar nasi. Menu-menu baru itu antara lain, nasi tim ayam, nasi campur, nasi rames dan nasi pandan. Sebenarnya menu-menu baru ini lebih ditujukan untuk menu sarapan, tapi ternyata tetap bisa dipesan sepanjang hari. tim ayam

Menu favorit saya adalah nasi tim ayam. Isinya : nasi tim, ayam yang dipotong kecil-kecil, irisan bawang goreng, bihun, potongan kulit pangsit goreng, sebutir telur “pindang” dan semangkuk kecil kuah bakso berisi sawi.

Porsinya pas buat saya, harganyapun cukup masuk akal, 12 ribu rupiah saja.

Jam buka bakso sapi ini agak tidak biasa. Mereka buka jam 6.30 untuk melayani sarapan.Jam 13.30 tutup. Dan buka lagi jam 5 sore sampai jam 8an..

Baru-baru ini, mereka membuka gerai kedua di daerah MT Haryono, di daerah sekitar depan kompleks perumahan BDI (Bukit Damai Indah).

Sumber : Indralogyblog


Selain itu di Balikpapan ada juga Tempat makan bakso yang menurut saya Enak, namanya "Bakso Kota Cak Man". Outlet yang terletak di Komplek Ruko Balikpapan Permai ini Mulai digemari oleh Masyarakat di Balikpapan. Berikut profilnya

Profil dan Reputasi “Bakso Kota Cak Man”

Jika orang mengenal rendang Padang, pempek Palembang, dan gudeg Jogya, maka untuk bakso, masyarakat akan mengatakan ada dua jenis, yakni bakso-Malang dan bakso-Solo. Memang sejak lama kedua daerah ini dikenal dengan makanan khasnya berupa bakso, terutama Malang. Berbicara mengenai bakso-Malang, ada beberapa nama usaha bakso yang pernah dikenal masyarakat, namun untuk kurun waktu sepuluh tahun belakangan ini orang akan mengatakan “BaksoKota Cak Man” telah memiliki brand-name yang kuat. Hal ini terbukti dari :

  1. Satu-satunya perusahaan penjual bakso yang memiliki 11 outlet hanya di Malang saja, yang kotanya relatif tidak besar. Hal ini menunjukkan bahwa produknya telah memenuhi cita-rasa masyarakat luas,
  2. Masyarakat Malang pada umumnya menjamu tamu, kerabat atau relasi bisnisnya yang berasal dari daerah lain untuk menikmati kelezatan Bakso Kota Cak Man, termasuk beberapa selebritis ibukota (komentar dan tanda-tangan para selebritis diabadikan dalam beberapa pigora ditempelkan pada dinding di gerai-pusat), dan
  3. Banyak mahasiswa berasal dari berbagai daerah lain yang telah menyelesaikan kuliah pada 3 PTN (Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Negara Malang) dan beberapa PTS terkenal termasuk beberapa Balai Pendidikan & Latihan Kerja (BPLK) milik pemerintah, kembali ke daerahnya masing-masing atau mereka bekerja tersebar di kota-kota besar seluruh Indonesia telah mengenal rasa dan menjadi fanatik terhadap “Bakso Kota Cak Man” meskipun berasal dari berbagai etnis. Artinya, kelezatan “Bakso Kota Cak Man” telah terbukti dapat memenuhi selera konsumen dari berbagai kalangan baik tua-muda, beragam profesi dari mulai pelajar-mahasiswa, pebisnis sampai selebritis. Dengan kata lain, peluang pasar Bakso Kota Cak Man tidaklah diragukan lagi terutama untuk ibu kota provinsi atau kota besar lainnya, kota-dagang dan kota-pelajar.

Hal ini terbukti dari kenyataan bahwa ketika perusahaan ini memulai melakukan usahanya dalam bentuk penjualan berformat waralaba pada akhir 2004, dalam waktu kurang lebih dua tahun yakni sampai dengan akhir tahun 2007, ada beberapa pemilik modal yang telah membeli hak waralaba dengan membuka di Jakarta, Makassar, Surabaya, Batam, Kediri, Samarinda, Manado, Ternate dan kota lainnya termasuk kota Malang sendiri. Sementara itu, sampai sekarang, ada beberapa permohonan dari kota-kota di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa yang sedang dalam proses seleksi dan penyelesaian perjanjiannya.

Sesuatu yang menarik adalah ada beberapa pemodal di Jakarta, Batam, Jakarta dan Surabaya yang telah memiliki satu outlet ternyata ingin mengajukan permohonan lagi untuk membuka outlet baru di tempat yang lain. Bahkan, ada satu keluarga memiliki lebih dari 10 outlet yang tersebar di Jakarta, Manado, Balikpapan dan Bandar Lampung. Hal ini menunjukkan bahwa memang benar investasi dalam bentuk memegang hak penjualan “Bakso Kota Cak Man” memberikan imbal-hasil (returns) yang memuaskan bagi para terwaralaba (franchisee). Sesuatu yang fenomental yang dilakukan oleh Bakso Kota Cak Man adalah ketika menerima Piagam Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai pembuat Bakso Terbesar di Dunia dengan diameter 165 centimeter pada tanggal 8 Juli 2007 bertempat di ITC Super Mega Grosir, Surabaya.

Sumber: www.bakso-cakman.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar